Showing posts with label Search Engine Optimization. Show all posts
Showing posts with label Search Engine Optimization. Show all posts
Monday, October 16, 2017

3 Faktor dan 5 Tips untuk Meningkatkan Otoritas Domain


Google menganalisa kurang lebih 150 faktor untuk menyimpulkan Otoritas Domain atau Domain Authority (DA) satu blog atau website. Dari 150 faktor yang menjadi tolak ukur komunitas SEOmoz itu, tidak mungkin dapat dioptimalkan seluruhnya.

(Baca: Mengenal Fungsi Domain Authority dan Page Authority)

Makara kami hanya akan fokus pada tiga faktor penting yang menghipnotis sebagian besar faktor-faktor lain dalam indeks Authority Domain. Jika tiga faktor ini dimaksimalkan, faktor-faktor lainnya akan ikut mendukung. Apa saja ketiga faktor itu?

1. Usia Domain
Faktor ini paling mudah dipahami. Yah, usia domain berarti domain yang Anda punya telah aktif semenjak dari tanggal diinisialisasi ke waktu dikala ini. Usia domain yang lebih lama, akan menerima poin yang lebih tinggi di mesin pencari.

Ada "mitos" yang menyebut kalau sebuah website dengan domain berusia lebih dari 5 tahun, tidak akan menjalani "karantina" oleh Google (karantina arinya terkena Google Sandbox atau hilang sementara dari mesin pencarian dengan beberapa alasan).

Namun, mitos tersebut belum ada penjelasan pastinya. Tapi satu yang pasti, semakin bau tanah domain, maka dampak faktual kepada Otoritas Domain akan semakin besar.

2. Popularitas Domain
Memahami faktor ini juga sederhana. Penjelasan singkatnya yaitu lebih banyak backlink maka tingkat popularitas domain kita juga tinggi. Namun, membangun backlink bukanlah perkara mudah. Olehnya itu sebelum membangun backlink, mulailah memperbaiki konten.

Jika blog Anda memiliki konten yang bermanfaat dan banyak orang-orang membacanya, maka kemungkinan besar mereka akan memperkenalkannya pada situs-situs lain, blog atau jejaring sosial mereka. Makara domain Anda akan menjadi populer dengan banyak orang tanpa susah-susah.

Membangun backlink juga tidak boleh dilakukan serampangan. Jangan hingga banyak backlink namun hanya spam semata. Jangan dikira Google tidak mampu membedakan mana backlink spam dan mana yang alami.

Karena yang akan menjadi faktor utama dalam kepopuleran domain ini hanyalah backlink yang alami. Jika Anda berlebihan backlink, cepat atau lambat, Anda juga akan menerima masalah. Makara usahakan itu tercipta secara alami, bukan spam.

3. Ukuran Domain
Ukuran berarti jumlah halaman yang diindeks oleh Google dan mesin pencari lainnya. Semakin banyak jumlah halaman yang diindeks maka semakin tinggi Otoritas Domain tersebut. Itu artinya, website atau blog harus memiliki jumlah postingan yang banyak.

Unsur lain, jikalau Anda memiliki banyak link yang menunjuk ke situs Anda (inbound link), maka itu baik untuk ukuran domain. Tetapi untuk memiliki lebih banyak inbound link dan halaman yang diindeks, Anda harus menciptakan konten yang menarik, berkualitas dan beragam.

5 Tips untuk Meningkatkan Otoritas Domain

Hampir semua blogger akan merasa berat jikalau harus membangun backlink. Pekerjaan ini cukup membosankan apalagi jikalau harus dilakukan berulang kali. Namun, apa daya, mau tak mau hal ini harus dilakukan utamanya menciptakan backlink yang berkualitas.

(Baca Juga: 10 Kriteria Blog Yang Paling Disukai Google)

Berikut beberapa cara yang paling aman yang dapat dilakukan untuk meningkat Otoritas Domain.

1. Menjadi Penulis Tamu
Tips ini mengedepankan simbiosis mutualisme atau saling menguntungkan. Istilah kerennya, kita hidup dan menimbulkan blog orang lain layaknya rumah sendiri. Langkah awal yang harus dilakukan yaitu menemukan blog yang cocok.

Ada aneka macam blogger yang membutuhkan penulis tamu untuk mengisi kontennya. Selain blog, beberapa situs besar juga menyediakan space kepada blogger lain untuk menjadi penulis. Sebutsaja jalantikus.com, techinasia.com, kompasiana.com dan lain-lain.

Setelah menemukan blog yang cocok untuk menulis, selanjutnya minta izin kepada pengelola blog untuk mengisi konten. Sebagai imbalannya, mereka harus memungkinkan Anda untuk memasukkan backlink dofollow menunjuk ke situs Anda sendiri, jadi sama-sama untung.

2. Menggunakan Social Bookmarking
Sosial bookmarking disini bukan lagi situs tertentu yang harus digunakan. Namun lebih menciptakan sosial bookmarking sendiri. Salah satunya dengan membuat lebih banyak blog dan situs di Blogspot, Wordpress dan Tumblr.

Jika punya waktu yang banyak, langkah ini mampu dilakukan. Usahakan menciptakan lebih banyak blog dengan goresan pena yang bermanfaat namun merujuk ke situs atau blog utama Anda. Jika dilakukan dengan baik, Anda akan lihat karenanya dalam waktu dekat.

Jangan lupa pula untuk menggunakan sosial media menyerupai Facebook, Twitter dan Google +. Keuntungannya lebih banyak dari apa yang Anda bayangkan. Coba saja.

3. Bergabung dan Aktif di Forum
Cara ini sudah terlalu populer. Anda sisa bergabung dengan satu forum yang Anda sukai dan aktif bersosialisasi disana. Usahakan cari forum yang memungkinkan memasukkan link kedalam postingan.

Ada banyak skali forum yang mampu diikuti. Jika normal, setiap diskusi yang terjadi akan memberi satu link kesitus Anda. Makara usahakan buat postingan yang menarik di forum tersebut. Sekali lagi, jangan buat spam.

4. Membangun Internal Link Yang Baik
Banyak yang bertanya, mengapa Otoritas Domain yang utamanya dipengaruhi oleh faktor eksternal tetap membutuhkan internal link. Itu karena, faktor ini sangat relevan jikalau ditelaah lebih jauh.

Kita tau kalau internal link itu sangat besar lengan berkuasa pada Otoritas Halaman atau Page Authority (PA). Otoritas Halaman dipengaruhi oleh tiga elemen, yakni internal link, jumlah backlink dan kepadatan kata kunci. Makara tetap besar lengan berkuasa pada Otoritas Domain.

Memperbaiki internal link akan besar lengan berkuasa besar pada Otoritas Halaman, bukan pada backlink. Namun jikalau internal link baik akan besar lengan berkuasa besar pada kewenangan domain. Inilah yang menambah tinggi Otoritas Domain.

Kalau ada pertanyaan, bagaimana membangun internal link yang baik, jawabannya yaitu dengan mengaitkan satu artikel dengan artikel lainnya. Kalau Blogooblok, mengutamakan internal link dengan artikel yang terkait dan minimal 3 link dalam satu postingan.

5. Memperbaharui Konten Secara Teratur
Ini mungkin kesimpulan formal, tetapi sebagai pengalaman langsung saya, beberapa blogger terkenal tidak punya waktu untuk membangun backlink (off-page SEO) sehingga mereka hanya fokus untuk SEO on-page dan terus mengupdate situs web mereka secara teratur.

Langkah ini juga penting alasannya yaitu Otoritas Domain akan terbentuk dengan sendirinya, apalagi kalau update blognya berisi konten yang berkualitas. Jika tidak mampu setiap hari, buatlah sekali seminggu atau sebulan. Setidaknya aktif diperbaharui.

Jika mampu menggunakan cara yang alami mengapa harus menggunakan cara yang salah. Ada banyak blogger yang merasa kesusahan membuatkan blog alasannya yaitu berpikir ingin besar dalam waktu cepat. Padahal, segala sesuatu itu perlu perjuangan dan usaha.

(Baca Juga: Cara Paling Jitu Meningkatkan Alexa Rank)

Semoga bermanfaat dan Jangan Lupa Bahagia!
+Wisa Rahardi

3 Cara Mudah Tentukan Long Tail Keyword

Salah satu manfaat dari menggunakan Long Tail Keyword pada postingan blog yakni sasaran pembaca yang lebih tertarget. Dengan kata kunci tertarget juga akan mendorong munculnya iklan (adsense) di blog lebih relevan.

Dari banyak reverensi, seorang blogger memang disarankan menggunakan long tail keyword. Salah satu alasannya tentu saja soal kompetisi pada kata kunci yang ditarget masih terbatas. Sehingga kemungkinan besar untuk menang sangat banyak.

Lihat: Perbedaan Jenis Short dan Long Tail Keyword

Dengan menata kata kunci postingan blog dengan baik, maka kemungkinan blog kita muncul di halaman satu pencarian Google akan lebih besar. Hal ini tidak boleh dikesampingkan, sebab Google ialah sumber trafik paling besar.

Meski menyadari itu, nyatanya masih banyak blogger yang tidak menerapkan penempatan kata kunci khususnya long tail keyword pada blognya secara proporsional. Padahal menentukan kata kunci panjang sangat mudah.

Berikut Blogooblok berikan tiga cara mudah menemukan dan menentukan long tail keyword di Google.

1. Menggunakan Google AdWords Keyword Planner 

Google AdWords Keyword Planner (GAKP) masih menjadi senjata unggulan setiap blogger. Tools keren milik Google ini memang sangat membantu menentukan kata kunci apa yang akan kita gunakan di blog.

Untuk menganalisa kata kunci melalui Google AdWords Keyword Planner sebelumnya sudah dibahas pada tulisan: Cara Riset Keyword Paling Ampuh Untuk Bisnis Online. Namun, kali ini pembahasannya akan lebih spesifik pada jenis long tail keyword.

Setelah menentukan kata kunci utama yang ditarget, selanjutnya ialah menerima inspirasi kata kunci turunan yang dihasilkan. Misal dalam percobaan ini kita menentukan kata kuncinya ialah "Investasi Reksadana".

Untuk kata kunci ini, tren penelusurannya di Google selalu menyampaikan volume yang tinggi. Khusus di Desember 2015 saja, terjadi penelusuran sampai 3,2 juta kali dan ritmenya tetap terjaga.



Itu artinya, kata kunci ini bernilai tinggi dan mahal. Meski begitu, kita mampu masuk dan bermain disana. Pada hasil penelusuran GAKP akan keluar saran yang sekaitan dengan kata kunci Investasi Reksanada. Salah satunya ialah "Cara Investasi Reksadana".



Kata kunci ini punya daya saing yang rendah, dengan total penelusuran di bulan Desember 2015 hanya sebanyak 880 kali. Meski rendah namun kata kunci ini tetap dicari dan bernilai iklan sangat tinggi. (Lihat anjuran iklan yang disarankan).

Untuk mengakali ini, kita mampu memodifikasi judul goresan pena yang akan kita buat. Misalnya menjadi "5 Cara Investasi Reksadana Yang Aman" dan sebagainya. Intinya, kita kata kunci utamanya ada dalam judul dan terletak di awal kalimat.

Cara ini berlaku untuk kata kunci lainnya. Makara silahkan bereksperimen dengan kata kunci yang Anda inginkan.

2. Mengambil dari Google Suggest

Cara yang kedua ini relatif lebih mudah dan cepat. Setiap kali kita mengetikkan kata di mesin pencari Google, maka akan muncul saran kueri atau kata kunci lain di bawahnya. Hal ini dinamakan Google Suggest.

Kata kunci yang disarankan Google ini bukan kata kunci biasa. Beberapa kata kunci yang muncul ialah kata kunci yang banyak dicari oleh orang-orang sehingga Google menyarankan pula kepada kita.

Sebagai pola lagi kata kunci "Investasi Reksadana". Ketika diketikan di mesin pencari Google akan muncul empat kata kunci lain menyerupai gambar berikut ini. Namun harus diingat, kata kunci yang muncul di Google.co.id dan Google.com kadang berbeda. Silahkan ujicoba.



3. Lihat di Penelusuran Terkait

Cara yang ketiga ini juga terbilang mudah dan cepat. Diakhir halaman pertama yang menampilkan 10 hasil pencarian Google biasanya akan muncul Searches related atau penelusuran terkait.

Searches related ini merupakan kumpulan kata kunci yang berkaitan dengan suatu kata kunci yang pernah digunakan pengguna Google.

Saran penelusuran terkait ini mampu pula digunakan untuk menjadi kata kunci utama kita. Apalagi, jenis-jenis kata kunci penelusuran terkait ini lebih bersifat long tail keyword.

Sebagai pola kembali "Investasi Reksadana" maka akan muncul serangkaian kata kunci lain yang sering digunakan. Jenis kata kunci ini semua mampu dimodifikasi dan digunakan kembali dengan goresan pena yang konsep yang berbeda.


Mudah bukan!

Khusus untuk blog yang gres dan mau membentuk pembaca, usahakan ketika menemukan kata kunci baik dari Google Suggest atau Penelusuran Terkait sebaiknya kembali memerisakan di GAKP.

Lihat Juga: Pentingnya Lakukan Riset Keyword Untuk Bisnis Online

Gunakan kata kunci yang tingkat persaingannya minimal menengah. Karena kalau sasaran kata kunci Anda pada level tinggi, besar kemungkinan blog Anda akan karam di mesin pencari Google.

Tahapan ini lambat laun akan diperbaiki. Semakin banyak postingan Anda dan semakin menggerucut keyword yang Anda sasar, tidak menutup kemungkinan, dengan short tail keyword, blog Anda akan nomor satu di Google.

Selamat Mencoba dan Jangan Lupa Bahagia!
+Wisa Rahardi

Perbedaan Link Nofollow dan Dofollow


Google baru-baru ini mengeluarkan imbauan kepada seluruh blogger di dunia semoga mengurangi dukungan link dofollow kepada situs-situs yang sedang direview.

Imbauan Google ini memang bersifat umum kepada blog-blog yang sering kali mendapat pesanan review. Jika memang harus terpaksa memberi link ke situs produk yang sedang di review, Google meminta semoga menunjukkan link nofollow saja. Kecuali ada pembicaraan diawal bahwa link yang dimaksud harus dofollow.

Saran Google ini terasa penting, bukan hanya kepada blog yang sering mendapat ajuan review, tapi juga kepada blog yang sering membuat ulasan wacana produk atau aplikasi tertentu tanpa dibayar.

(Baca Juga: 3 Cara Mudah Tentukan Long Tail Keyword)

Link nofollow dan dofollow memang sangat penting dipahami, alasannya ialah menyangkut pada SEO dan PageRank suatu blog. Blogooblok memcoba mengulas tema ini dengan runut semoga mudah dimengerti dan semakin banyak blogger yang paham pentingnya link nofollow.

Pengertian Dofollow dan Nofollow

Kata dofollow berasal dari bahasa Inggris yang terdiri dari kata "do" dan "follow" yang artinya "mengikuti". Jika ada link yang tertaut di dalam postingan ke situs lain secara dofollow, artinya blog tersebut mengikuti link yang ditautkan.

Google Bot ketika melaksanakan crawl (perayapan) kepada situs yang ditautkan tersebut. Google Bot akan mengindexnya hingga ke akar-akarnya.

Sedangkan kata nofollow terdiri dari dua suku kata yakni "no" dan "follow" yang artinya "tidak mengikuti". Jika link di dalam postingan dipasang secara nofollow, maka ketika Google melaksanakan crawl, tidak akan di index sama sekali.

(Baca Juga: 3 Faktor dan 5 Tips untuk Meningkatkan Otoritas Domain)

Perbedaan Link Dofollow dan Nofollow

Dari pengertiannya, bergotong-royong sudah dijelaskan secara gamblang perbedaan kedua link ini. Namun, dalam struktur penulisan, keduanya sangat berbeda.

Link dofollow bergotong-royong bersifat default. Yang artinya, setiap link dalam postingan akan otomatis dofollow jadi tidak perlu melaksanakan apa-apa kalau berniat membuat link dofollow.

Jika ingin menunjukkan link dofollow kepada orang lain, baiknya link tersebut ditautkan dalam teks yang mengandung kata kunci tertarget semoga ketika Google melaksanakan perayapan, kata kunci dan linknya pribadi di index.

Contoh link dofollow:

<a href=”https://tipsblogspottop.blogspot.co.id//”>Blogooblok</a>

Kalau ingin memberi link kepada orang persorangan, baiknya menggunakan link dofollow alasannya ialah akan saling menguntungkan. Jadi, kalau mau membuat backlink ke Blogooblok, buatlah dalam bentuk dofollow.

Sedangkan untuk membuat link nofollow sedikit berbeda dengan dofollow.

Contoh link nofollow:

<a href=”https://tipsblogspottop.blogspot.co.id//” rel=”nofollow”>Blogooblok</a>

Link ini menegaskan semoga Google Bot tidak melaksanakan crawl kepada link yang bersangkutan. Tapi pengunjung yang melaksanakan klik link akan tetap diarahkan ke situs tujuan.

Untuk membuatnya di blogspot sangat mudah. Cukup menyerupai cara memasukkan link pada umumnya. Yang harus diperhatikan ialah mencentang goresan pena add 'rel=nofollow' attribute yang ada di bab akhir.

Link nofollow cocok diberikan kepada situs affiliate yang kita tautkan dalam postingan. Karena terlalu banyak membuat link keluar apalagi ke situs affiliate akan terbaca spam oleh Google, sehingga mengurangi posisi blog di mesin pencarian.

(Baca Juga: Cara Mendaftarkan Blog ke Google Webmaster Tools)

Penerapan link nofollow dan dofollow bergotong-royong ialah ilmu SEO paling dasar, yang banyak tidak diterapkan para blogger. Jadi, kalau harus memberi link kepada situs yang belum terang kedudukannya, lebih baik dalam bentuk nofollow.

Semoga membantu dan Jangan Lupa Bahagia!
+Wisa Rahardi

Cara Meningkatkan Rangking Blog dengan Alexa Berbayar

Banyak blogger salah kaprah dengan kemudahan premium dari Alexa. Ada yang menduga dengan mengeluarkan budget ratusan sampai jutaan ribu dalam sebulan akan mempercepat rangking Alexa mengecil. Padahal, faktor utama yang membuat Alexa mengecil ialah trafik dan konten.

Lalu untuk apa ada kemudahan berbayar dari Alexa?

Pertanyaan ini mungkin banyak terngiang dibenak banyak blogger, mengapa harus mengeluarkan banyak uang untuk menerima rangking Alexa yang keren. Jawabannya sederhana, Alexa akan menampilkan banyak klue supaya blogger mampu memaksimalkan trafik dan kata kunci tertarget.

Sebenarnya, ada banyak hal yang mampu dilakukan oleh mereka yang sudah berlangganan Alexa berbayar. Hal inilah yang Blogooblok akan ulas pada postingan ini. Alat-alat yang disediakan Alexa berbayar memang jauh berbeda dengan Alexa gratisan.

(Baca Juga: Cara Lengkap Verifikasi Blog di Situs Baru Alexa)

Disatu sisi, berlangganan Alexa memang akan memberi value lain dari claim biasa. Namun, kembali lagi, trafik yang baik dan konten yang berkualitas yang akan menentukan rangking mengecil atau tidak.

Berikut hal-hal yang mampu dilihat ketika berlangganan Alexa:

Khusus pada bab Competitive Intelligence atau tampilan site secara menyeluruh, kita mampu mengakses semua gosip tanpa ada batasan. Ada empat komponen utama yang disediakan Alexa, yang pertama Site Overview itu sendiri, kedua, Site Comparisons, Sites Linking In dan Site Keyword.

Yang bikin banyak orang memilih berlangganan Alexa alasannya ialah semua alat-alat itu mampu diakses bahkan untuk mengintip kekuatan blog orang lain. Kita mampu mencari tahu apa saja kata kunci utama yang blog lain pakai dan itu mampu dijadikan tolak ukur untuk bersaing secara sehat.


Pada bab Site Comparisons juga tidak terbatas pada satu atau dua situs saja yang mampu dianalisa. Bahkan gosip pendukung lainnya juga ditampilkan.

(Baca Juga: Apa Itu Alexa Internet dan Manfaatnya Buat Blog?)

Misal perbandingan antara Blogooblok dan Kompas berikut ini. Kita mampu tahu, kalau Kompas ternyata lebih banyak dikunjungi dari direct, bukan dari mesin pencari, sementara Blogooblok lebih besar dari mesin pancari.


Sedangkan pada bab Sites Linking in, semua situs yang memberi link dofollow ke blog kita akan ditampilkan, bahkan lebih spesifik ke laman dimana link itu ditanamkan. Jika pada Alexa gratisan kita hanya mampu melihat lima link tertaut, disini semua link ditampilkan.



Bagian terakhir, yakni Site Keywords, Alexa akan menampilkan semua kata kunci yang mayoritas ke blog kita. Tidak hanya itu, ada juga kata kunci berbayar yang ditampilkan serta kompetisi kata kunci. Khusus untuk tampilan ini, Blogooblok menampilkan kata kunci milik Kompas.com.



Jika berpikir hanya itu yang mampu dilihat dari Alexa berbayar, maka Anda salah. Kita juga mampu mengakses Dashboard dan melihat sejumlah tools yang bermanfaat.

(Baca Juga: 3 Cara Mudah Tentukan Long Tail Keyword)

Yang paling penting dari bab Dashboard ialah bab Audits For Your Site. Disini kita mampu memperbaiki kesalahan struktur dari blog kita. Alexa akan merekomendasikan hal-hal apa yang harus dilakukan untuk blog kita.


Jika mengklik See Report maka akan muncul tampilan menyerupai berikut ini. Setiap laporan ada tutorial bagaimana cara menyelesaikan kesalahan tersebut. Hal inilah yang membuat Alexa berbayar lebih profesional dari Alexa gratisan.



Pada bab inilah cara mengoptimalkan Alexa dengan teknik SEO dibutuhkan. Laporan diatas, bukan milik Blogooblok namun, sebagai teladan hal-hal itulah yang bahwasanya diharapkan oleh blog kita supaya rangking Alexa mampu lebih cepat ramping.

Selain beberapa hal diatas, ada banyak hal yang mampu dilakukan dengan Alexa berbayar, namun sekali lagi, semua itu akan seiring sejalan dengan trafik yang tinggi dan konten yang berkualitas.

(Baca Juga: Perbedaan Link Nofollow dan Dofollow)

Blogooblok tidak menggunakan layanan Alexa berbayar untuk tinggi rangkingnya. Meski ketika ini sedang turun alasannya ialah jarang diupdate, namun hal cara alami lebih baik dilakukan. Anda harus berpikir banyak kali untuk menggunakan layanan ini bila hanya blog sementara, kecuali untuk bisnis, berlangganan Alexa mesti dipertimbangkan.

Oh iya, salah satu cara melihat blog mana yang pernah berlangganan Alexa dengan melihat logo mereka. Jika dicek dan muncul logo serta alamatnya, maka mampu dipastikan mereka pernah berlangganan Alexa. Logo ini akan ada selamanya bahkan tidak berlangganan lagi.

+Wisa Rahardi

Mengenal Search Engine Marketing (SEM)



Istilah Search Engine Optimization (SEO) pasti sudah bersahabat dengan sebagian besar blogger. Bagi Google, SEO hanya memiliki arti yang cukup singkat, yakni "meningkatkan pengunjung satu website atau blog dari mesin pencari", sebegitu saja.

Meski pengertiannya singkat, namun tidak sesingkat menjalankannya tentu saja.

Selain SEO, dunia internet juga mengenal istilah Search Engine Marketing (SEM). Tujuannya tetap sama, bagaimana meningkatkan pengunjung, namun dengan cara yang berbeda. Secara umum SEM punya pengertian yang sedikit panjang dari SEO.

Penggunaan iklan online pada halaman hasil mesin pencari untuk membantu pengunjung menemukan website Anda. SEM sering menggunakan sistem pay-per-click (PPC), dimana si pengiklan hanya akan dikenakan biaya saat seseorang mengklik iklan mereka (juga disebut sebagai cost-per-click, atau CPC).” – Online Marketing Vocabulary, Learn with Google.

Singkatnya, SEM yaitu cara meningkatkan pengunjung website dengan cara periklanan. Biasanya SEM digunakan oleh mereka yang punya produk atau jasa yang disediakan secara online. Itulah yang biasanya tampil sebagai iklan di Google Adsense.

Metode SEM digunakan untuk bersaing di mesin pencari, ibarat Google, Yahoo atau Bing. Kata kunci tertentu yang ditarger akan mengarah eksklusif ke website yang menggunakan SEM. Berikut referensi SEM dan SEO di Google dengan kata kunci Forex.


Hasil pencarian yang berada di kotak berwarna merah yaitu SEM sementara yang berwarna hijau yaitu SEO. Karena kata kunci Forex merupakan salah satu kata kunci termahal di internet, tidak heran yang menggunakan SEM cukup banyak.

Selain diatas dan dibawah hasil pencarian, Google juga kadang menempatkan disebelah kanan. Pada dasarnya, hasil pencarian yang terdapat goresan pena 'Ad' atau 'iklan' yaitu hasil dari proses SEM. Di Google, layanan ini disebut Google AdWord.

Jika SEO dijalankan secara cuma-cuma, maka beda halnya dengan SEM. Penggunanya harus mengeluarkan dana sesuai dengan kebutuhan. Jika ingin promosi besar-besaran, maka dana yang dikeluarkan juga cukup besar. Namun, telah banyak SEM yang mampu diubahsuaikan dengan budget kita.

Perlukah Blogger Menjalankan Metode SEM?

Pertanyaan ini memang perlu dijawab oleh masing-masing blogger. Jika blog yang dijalankan tidak menjual produk atau jasa, ada baiknya tidak menggunakan SEM, tapi memperkuat di SEO. Artinya, konten yang berkualitas harus terus ditingkatkan.

(Baca Juga: 10 Kriteria Blog Yang Paling Disukai Google)

Jika blog yang dijalankan hanya bertujuan meningkatkan rangking dan pengunjung organik, maka cukup menjalankan SEO saja. Tapi jikalau ingin menjangkau pengguna dengan target tertentu, maka tak ada salahnya menerapkan SEM.

Bisa dikatakan, SEO yaitu cara mendatangkan pengunjung dengan susah payah, sedangkan SEM mendatangkan pengunjung dengan cara cepat dan mudah. Keduanya harus dipahami biar kedepan mampu dengan mudah memetakan cara yang paling efektif memperbesar trafik.

+Wisa Rahardi